14112289 / 2KA36
RANGKUMAN DESAIN dan struktur organisasi
DESAIN STRUKTURAL
ORGANISASI FORMAL
Struktur organisasi
formal disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih
efektif. Organisasi formal harus memiliki tujuan dan sasaran supaya tahu
bagaimana menjalankan organisasi untuk mencapainya. Jadi, struktur organisasi
merupakan suatu kerangka yang menunjukan seluruh kegiatan-kegiatan untuk
pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi-fungsi serta wewenang dan
tangggung jawabnya.
Struktur organisasi
formal mempunyai dua muka, pertama, model struktur, di mana kita dapat
mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi, dan kedua, dimensi-dimensi
dasar struktur yang akan menentukan kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan
yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang dapat diberikan. Sebelum
kita membahas dua muka struktur ini, terlebih dulu akan dibicarakan
variabel-variabel kunci yang menentukan desain structural organisasi. Yaitu
strategi organisasi, lingkungan yang melingkupinya, tekhnologi yang digunakan,
dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
STRATEGI DAN STRUKTUR
Hubungan erat antara
strategi dan struktur organisasional pertama kali dijelaskan oleh Chandler
dalam studinya pada beberapa perusahaan besar di amerika.
Chandler menyimpulkan
perubahan-perubahan strategi mengakibatkan perubahan-perubahan desain
organisasional.
Setiap perusahaan yang
diteliti Chandler pada mulanya mempunyai struktur yang disentralisasikan, di
mana tipe struktur ini cocok untuk lini produk yang terbatas.
Dalam pemilihan suatu
strategi dan struktur untuk mengimplementasikannya, para manajer harus
mempertimbangkan pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi. Hubungan
antara strategi, struktur dan lingkungan dapat dipandang dari dua perspektif
utama ( lihat gambar 5-1 ). Dalam pandangan pertama, organisasi adalah adalah
reaktif terhadap lingkungannya. Dalam pandangan kedua, organisasi adalah
proaktif karena proses perumusan strategi mencakup pemilihan lingkungan di mana
organisasi akan beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Gambar
5-1. hubungan antara strategi, struktur dan lingkungan
Seperti diketahui,
strategi organisasi dipengaruhi oleh berbagai kesempatan dan ancaman dalam
lingkungan eksternalnya.
Strategi ini pada
gilirannya akan mempengaruhi struktur organisasi dengan penjelasan sebagai
berikut :
1.
Strategi menentukan
kegiatan-kegiatan organisasional, yang merupakan basis pokok nagi desain
organisasi.
2.
Strategi mempengaruhi
pemilihan tekhnologi dan orang-orang yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan
tersebut.
3.
Strategi menentukan
lingkungan spesifik di mana organisasi akan beroperasi.
Gambar 5-2.
LINGKUNGAN EKSTERNAL
DAN STRUKTUR
Kita perlu membedakan
tiga tipe lingkungan sebagai berikut :
1.
Lingkungan stabil,
yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan
atau tiba-tiba.
2.
Lingkungan berubah
(changing environment), yaitu lingkungan di mana inovasi mungkin terjadi dalam
setiap atau semua bidang yang telah disebut diatas.
3.
Lingkungan bergejolak
(turbulent environment). Bila para pesaing melempar produk baru dan tak terduga
ke pasaran, hokum sering diganti, kemajuan tekhnologi berubah secara drastic
desain produk dan metoda-metoda produksi.
Setelah melakukan
studi terhadap berbagai macam perusahaan, Burns dan Stalter mengemukakan bahwa
sistem mekanistik adalah paling sesuai untuk lingkungan stabil, sedangkan
sistem organic paling sesuai untuk lingkungan bergejolak. Organisasi dalam
lingkungan berubah mungkin dapat menggunakan kombinasi dua sistem tersebut.
Sistem mekanistik
berarti bahwa kegiatan-kegiatan organisasi diperinci manjadi tugas-tugas yang
terpisah dan terspesialisasi
Dalam sistem organik,
individu-individu lebih cenderung bekerja dalam suatu kelompok daripada bekerja
sendiri. Para anggota berkomunikasi dengan semua tingkatan organisasi untuk
mendapatkan informasi dan saran.
Penemuan Burns dan
Stalker ini didukung dan diperluas oleh Paul R. Lawrence dan Jay W. Losch.
Mereka menggunakan derajat perbedaan dan integrasi untuk menganalisa hubungan
organisasi dan lingkungan eksternal.
Lawrence dan Lorsch
menyimpulkan bahwa perusahaan yang beroprasi dalam suatu lingkungan tidak
stabil adalah paling tinggi “dibedakan”, sedangkan yang beroprasi dalam
lingkungan stabil paling sedikit “dibedakan”.
TEKNOLOGI DAN STRUKTUR
Menurut woodward, atas dasar haisl studinya,
ada sejumlah hubungan antara proses teknologi dan struktur organisasi, yang
dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Semakin kompleks
teknologi semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen. Dengan kata
lain teknologi yang kompleks menyebabkan struktur organisasi berbentuk “tall”
dan memerlukan derajat supervise dan koordinasi yang lebih besar.
2.
Rentang menajemen para
manajer lini pertama meningkat dalam produksi unit ke massa dan kemudian turun
dari produksi massa ke proses.
3.
Semakin tinggi
kompleksitas teknologi perusahaan, semakin besar jumlah staf administrative dan
klerikal. Semakin besar jumlah para manajer dalam perusahaan yang kompleks
secara tekhnologis memerlukan jasa-jasa pendukung.
ORANG DAN STRUKTUR
Sikap, pengalaman dan peranan para anggota
organisasi juga berhubungan dengan struktur organisasi. Para manajer adalah
juga karyawan, tetapi mereka mempunyai pengaruh-pengaruh khusus pada struktur
organisasi, sehingga kita perlu membicarakannya secara terpisah.
Manajer dan struktur.
Sperti telah disebutkan di muka, nilai manajerial merupakan factor penting
dalam penentuan strategi organisasi. Para organisasi terutama para manajer
puncak-mempengaruhi pemilihan strategi secara langsung melalui preferensi mereka.
Karyawan dan struktur.
Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, latar belakang. Derajat minat pada
pekerjaan para karyawan dan ketersediaan berbagai alternative di luar
organisasi merupakan penentu penting struktur organisasi.
Individu-individu dengan
tingkat pendidikan rendah yang melaksanakan pekerjaan-pekerjaan repetitive dan
membosankan mungkin lebih baik dikelola dengna struktur yang lebih mekanistik.
PROSES DESAIN
ORGANISASI
Dalam teori, proses desain organisasi dapat
dimulai dari bawah ke atas (bottom up) atau dari atas ke bawah (top down).
Dengan prosedur atas ke bawah, tujuan-tujuan prganisasi umum diterjemahkan
menjadi tujuan-tujuan khususu sebagai sarana pencapaian hasil akhir yang
diinginkan. Tujuan-tujuan ini kemudian menjadi dasar dengan nama serangkaian
departenen dapat diorganisasikan. Posisi-posisi dalam berbagai departemen
tersebut akan ditetapkan untuk berfungsi sebagai sarana pencapaian
tujuan-tujuan. Akhirnya berbagai kegiatan dirancang untuk setiap posisi.
Melalui proses deduktif penetapan hasil akhir dan sarana-sarana pencapaiannya
ini, struktur organisasi dapat dikembangkan.
PENDEKATAN KONTIGENSI
DALAM DESAIN ORGANISASI
Banyak teoritisi
manajemen dan manajer praktek yang menyatakan keraguannya tentang suatu cara yang
ideal untuk merancang organisasi. Tidak ada suatu cara desain yang “ampuh”
untuk segala kondisi. Struktur yang paking cocok bagi organisasi sangat
tergantung pda keadaan-keadaan tertentu organisasi pada waktu tertentu.
MODEL-MODEL STRUKTUR
ORGANISASI
Struktur organisasi
merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan di antara fungsi-fungsi dalam
suatu organisasi serta wewenang dan tanggungjawab setiap anggota organisasi
yang menjalankan masing-masing tugasnya. Para manajer diharapkan dapat
menentukan perilaku para anggota organisasi untuk menempatkannya pada suatu
posisi dalam struktur suatu posisi yang menetapkan siapa “boss”nya yang di
“harus” kan dan siapa bawahan yang di “anggap”nya.
Berikut ini akan
dibahas tiga model struktur organisasi yaga dikenal : model tradisional, model
hubungan manusiawi, dan model sumber daya manusia.
Bentuk umum model ini
secara esensial adalah pyramid. Gambar 5-3 berikut ini menunjukkan suatu
kombinasi hirarkis berbagai modul yang didasarkan pada kosep-konsep desain
organisasi tradisional. Masing-masing tingkatan hirarkis menggambarkan segmen
struktur (satuan kerja, departemen,divisi bagian dan sebagainya) dan
hubungan-hubungan pekerjaan atasan-bawahan.
Gambar 5-3
Untuk menggambarkan
struktur organisasi hubungan manusiawi kita memperhaatikan lagi gambar 5-4,
karena model hubungan manusiawi tidak mengalami perubahan mendasar dalam
struktur formalnya dibandingkan model tradisional.
Gambar 5-4
Model hubungan manusiawi,
walaupun demikian secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu
bertindak persis segaris dengan posisi-posisi dan hubungan-hubungan menurut
struktur formalnya.
Pertama, dan yang
paling penting, model hubungan manusiawi “mempersilahkan” para manajer untuk
mempergunakan kemampuan kepemimpinannya untuk mengurangi friksi-friksi di
antara orang-orang dan jabatan-jabatan mereka dalam organisasi, serta
mengembangkan hubungan kerjasama yang baik antar para anggota organisasi yang
bertanggung jawab kepadanya.
Kedua, pendekatan
hubungna manusiawi menyarankan manajer memanfaatkan organisasi informal dalam
departemennya yang menunjukkan bahwa ia memberikan tanggapan kooperatif dan
bukannya malah menantang. Manajer disarankan untuk mengenal dan menaruh
kepercayaan pada pemimpin informal, memelihara hubungan-hubungan perorangan
yang mungkin terbentuk di antara para bawahannya.
Ketiga, pendekatan ini
hubungan manusiawi ditunjukkan dengan sejumlah teknik atau program yang
biasanya di bawah yurisdiksi atau kewenangan departemen personalia, yang
dirancang untuk melayani kebutuhan-kebutuhan seluruh anggota organisasi.
Implikasi sumber daya
manusia pada struktur organisasi walaupun abstrak, adalah jelas. Model ini
berpendapat bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari
pengarahan dan pengendalian diri lebih kreatif daripada pekerjaan mereka
sekarang, dan bahwa tugas manajer adalah menciptakan suatu lingkungan di mana
mereka dapat meningkatkan sumbangan kapasitasnya pada organisasi.
DIMENSI-DIMENSI DASAR
STRUKTUR ORGANISASI
Pembagian kerja
Secaara ringkas dapat
dinyatajan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi
melalui minimalisasi ketergantungan pada individu tertentu atau
keterampilan-keterampilan khusus, dan gerakan atau perpindahan yang percuma
komponen-komponen pekerja kasar. Pembagian kerja juga mengarahkan penanaman
pada peralatan dan mesin-mesin yang efisien untuk meningkatkan produktiitas.
Tetapi, meskipun “bebefit” ini memang menarik, perlu dikemukakan bahwa
biaya-biaya yang berkaitan dengan tingkat spesialisasi yang tinggi beberapa
tahun terakhir terus meningkat.
Berbagai fungsi yang
melekat pada struktur organisasi
Kegiatan-kegiatan dan
hubungan-hubungan sebagai fungsi-fungsi structural yang terjadi secara garis
besar dapat terperinci sebagai berikut :
Wewenang, arti
wewenang adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk
melakukan sesuaatu.
Kekuasaan, kekuasaan
sering dicampur adukkan dengan wewenang. Walaupun kekuasaan dan wewenang sering
ditemui bersama, tetapi keduanya berbeda. Bila wewenang adalah hak untuk
melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut.
Tanggung jawab, adalah
kewajiban untuk melakukan sesuatu. Dalam organisasi, tanggung jawab adalah
kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugasnya atau fungsi organisasi.
Akuntabilitas, adalah
factor di luar individu dan perasaan pribadinya.
Komunikasi dalam
organisasi, dalam organisasi formal, arus informasi mengalir secara khusus.
Struktur organisasi diharapkan dapat menjadi alat utama bagi komunikasi formal
ini. Komunikasi seperti pemberian perintah.
Hubungan lini dan
staf, masih berhubungan dengan konsep wewenang dikenal apa yang disebut
hubungan lini dan staf. Keduanya merupakan pendekatan yang berbeda untuk
menentukan deskripsi wewenang dalam organisasi.
Rentang kendali,
adalah beberapa orang jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh
seorang manajer atau atasan.
Pendapat tentang
rantang kendali yang paling kuat justru berdasarkan dari teori dan bukan
praktek. V.A. Gracunas, seorang konsultan dan ahli matematika perancis,
menemukan rumusan tentang kendali berikut ini :
R = n(2n-1 + n-1)
Dimana R adalah jumlah
hubungan dan n adalah jumlah bawahan.
Struktur flat dan
trall, dalam analisis organisasi, istilah flat (datar) dan tall (tinggi)
digunkan untuk menggambarkan pola menyeluruh rentang kendali dan tingkatan
manajemen.
Rantai wewenang dan
scalar, bersangkutan dengan jumlah tingkatan dalam suatu organisasi dan secara
otomatis ada kapan saja seorang individu dijadikan bawahan pada seorang atasa.
Kesatuan perintah,
satu aspek dasar struktur organisasi lainnya (implicit dalam rantai scalar)
adalah “satu orang satu atasan”. Ini berarti bahwa seorang bawahan hendaknya
menerima instruksi dari sumber tunggal.
DEPARTEMENTASI
Bersangkutan dengan
proses penentuan cara pengelompokkan kegiatan-kegiatan organisasi.
Departementasi mencerminkan organisasi horizontal pada setiap tingkatan
hirarki, dan berhubungan erat dengan prinsip spesialisasi klasik.
Departementasi yang
lebih khusus, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
DESAIN STRUKTURAL
MODERN
Berikut ini akan
diuraikan dan analisa berbagai model structural lebih baru yang telah dirancang
dan diimplementasikan untuk menghadapi tantanga-tantangan tersebut
Organisasi proyek
Bentuk organisasi
proyek umum dipakai dalam industry ruagn angkasa dan juga menjadi semakin luas
digunakan dalam organisasi-organisasi bisnis, pemerintahan, dan militer
lainnya.
Berbagai tipe struktur
proyek
Ada beberapa macam
bentuk struktur proyek.
Organisasi matriks
Kadang-kadang
organisasi matriks dianggap sebagai suatu bentuk organisasi proyek plus
organisasi fungsional dan nama-namanya digunakan dengan saling dapat
dipertukarkan.
Bentuk organisasi
matriks ini akan sangat bermanfaat bia :
Organisasi bentuk
bebas
Model bentuk bebas didasarkan pada pemikiran bahwa maksud
dirancangnya suatu organisasi adalah untuk memudahkan manajemen perubahan.
Untuk mencapai sasaran ini, desain structural seharusnya sangat flexible, dan
berdaya sesuai (adaptable). Tidak ada aturan yang ditentukan atau bersifat
kaku, dan struktur internal tidak dibiarkan menjadi baku.