Nama: Luthfi Pradana
Kelas: 1KA37
NPM: 14112289
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat tabel dibawah ini yang saya ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.
Kelas: 1KA37
NPM: 14112289
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat tabel dibawah ini yang saya ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.
CHINA
|
562,579,779
|
CHINA
|
1,333,207,572
|
USA
|
152,271,000
|
INDIA
|
1,154,845,005
|
RUSSIA
|
101,936,816
|
USA
|
304,838,948
|
JAPAN
|
83,805,000
|
INDONESIA
|
238,567,492
|
BRAZIL
|
197,254,181
|
||
WORLD
|
2,555,948,654
|
WORLD
|
6,736,383,012
|
POPULASI
TAHUN 1950
|
POPULASI
TAHUN 2008
|
Bisa kita lihat rata -
rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu
perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti
penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.
FAKTOR FAKTOR DEMOGRAFI
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk di
dunia ini makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang
meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan
begitu, maka bertambahlah sistem matapencaharian hidup menjadi lebih kompleks.
Secara umum ada tiga
faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya
sebagai berikut:
1. Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran adalah
istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup,
atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari
fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran
fertilitas:
a. Pengukuran fasilitas tahunan adalah
pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah
penduduk pada tahun tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
- Tingkat fertilitas kasar (crude birth
rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000
penduduk.
- Tingkat fertilitas umum (general
fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi
(usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
- Tingkat fertilitas menurut umur (age
specific fertility rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada
tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
- Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan
penduduk (birth order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas
menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
b. Pengukuran fertilitas komulatif adalah
pengukuran jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga
mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukurannya adalah:
- Tingkat fertilitas total adalah
jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang
hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang
perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat
fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode waktu tertentu.
- Gross reproduction rates adalah
jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa
reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum
mengakhiri masa produksinya.
2. Kematian (mortalitas)
Kematian adalah ukuran
jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu populasi.
Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000
individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada
populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.
3. Perpindahan (migrasi)
Migrasi adalah
peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan
yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya
musim dingin atau kerana over populasi.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi tinggi rendahnya fertalitas penduduk:
1. Faktor demografi, antara lain adalah:
a. Struktur umur
b. Struktur perkawinan
c. Umur kawin pertama
d. Paritas
e. Disrupsi perkawinan
f. Proporsi yang kawin
2. Faktor non demografi, antara lain adalah:
a. Keadaan ekonomi penduduk
b. Perbaikan status perempuan
c. Tingkat pendidikan
d. Urbanisasi dan industrialisasi.
Dalam
demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate (CBR) dari suatu
populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika,
angka ini bisa dihitung dengan rumus CBR = n/((p)(1000)); di mana n adalah
jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat
penghitungan. Hasil penghitungan ini digabungkan dengan tingkat kematian untuk
menghasilkan angka tingkat pertumbuhan penduduk alami (alami maksudnya tidak
melibatkan angka perpindahan penduduk (migrasi).
Indikator lain untuk mengukur tingkat
kehamilan yang sering dipakai: tingkat kehamilan total - rata-rata jumlah anak
yang terlahir bagi tiap wanita dalam hidupnya. Secara umum, tingkat kehamilan
total adalah indikator yang lebih baik untuk tingkat kehamilan daripada CBR,
karena tidak terpengaruh oleh distribusi usia dari populasi.
Tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi di
negara yang ekonominya kurang berkembang dan lebih rendah di negara yang
pertumbuhan ekonominya tinggi.
3. Pengertian Kelahiran dan Angka Kelahiran
Kelahiran
Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi
lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah
terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama
atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia
kehamilan sama atau lebih 20 minggu.
Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran per
1000 penduduk.
MIGRASI
Migrasi penduduk adalah
gerak perpindahan penduduk secara horizontal untuk pindah tempat tinggal
melintasi batas administrasi. Perpindahan penduduk yang berlangsung dalam
masyarakat ada dua macam sebagai berikut.
Perpindahan vertikal,
yaitu pindahnya status manusia dari kelas rendah ke kelas menengah, dari
pangkat yang rendah ke pangkat yang lebih tinggi, atau sebaliknya.
Perpindahan horizontal,
yaitu perpindahan secara ruang atau secara geografis dari suatu tempat ke
tempat yang lain. Peristiwa inilah yang sering disebut dengan migrasi, meskipun
tidak setiap gerak horizontal disebut migrasi.
Jenis-jenis Migrasi
Migrasi internasional
(migrasi antarnegara)
Migrasi internasional
(migrasi antarnegara) adalah perpindahan penduduk dari suatu Negara ke Negara
lain. Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.
Imigrasi, yaitu
masuknya penduduk dari Negara lain ke suatu Negara dengan tujuan menetap.
Emigrasi, yaitu
berpindahnya penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain
dengan tujuan menetap.
Remigrasi, yaitu
kembalinya penduduk dari suatu Negara ke Negara asalnya.
Migrasi internal
(migrasi nasional)
Migrasi internal
(migrasi nasional) adalah perpindahan penduduk yang masih berda dalam lingkup
satu wilayah Negara. Perpindahan yang merupakan migrasi internal antara lain
sebagai berikut.
Urbanisasi
Urbanisasi adalah
prepindahan dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. Berikut faktor-faktor
penyebab urbanisasi.
Faktor daya tarik desa
Upah tenaga kerja di
kota lebih tinggi daripada desa.
Lapangan pekerjaan
formal maupun informal di kota lebih banyak daripada di desa.
Banyak hiburan dan
fasilitas kehidupan yang lain.
Faktor daya dorong desa
Sempitnya lahan
pertanian di desa.
Sempitnya lapangan
pekerjaan di luar sektor pertanian.
Rendahnya upah tenaga
kerja di desa.
Kurangnya fasilitas
hburan dan kehidupan.
Adanya kegiatan
pertanian di desa yang bersifat musiman.
Adanya keinginan
penduduk untuk memperbaiki taraf hidup.
Urbanisasi tidak hanya
dilakukan di kota-kota besar, melainkan juga dialami oleh kota-kota kecil.
Beberapa tempat yang semula bersifat pedesaan dapat tumbuh ke sifat perkotaan
akibat urbanisasi. Contoh : ibu kota kecamatan, zona industri, proyek
perumahan, dan proyek pertambangan dapat menjadi tempat tujuan orang untuk
bekerja.
Transmigrasi
Transmigrasi adalah
perpindahan penduduk, yang diprakarsai dan diselenggarakan pemerintah, dari
daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya.
Macam-macam
transmigrasi :
Transmigrasi umum,
yaitu transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah mulai dari daerah asal sampai
ke daerah tujuan transmigrasi.
Transmigrasi spontan,
yaitu transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan
sendiri.
Transmigrasi
sektoral,yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antar pemerintah
daerah asal transmigran dengan pemerintah daerah yang dituju.
Transmigrasi khusus,
yaitu transmigrasi dalam rangka pembangunan proyek-proyek tertentu, seperti
transmigrasi bedol desa dan transmigrasi pramuka.
Transmigrasi swakarsa,
yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh transmigran atau
pihak lain (bukan pemerintah).
Jenis-jenis migrasi
lainnya
Evakuasi, yaitu
perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan
Weekend, yaitu perginya
orang-orang kota untuk mencari tempat berudara sejuk.
Forensen, yaitu
orang-orang yang tinggal di desa tetapi bekerja di kota, sehinggasetiap hari
menglaju (pergi dan pulang).
Turisme, yaitu
orang-orangyang bepergian ke luar untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di
daerah/Negara yang dituju.
Reuralisasi, yaitu
kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah pedesaan.
Pola Perpindahan
(Mobilitas) Penduduk Suatu Daerah
Pola perpindahan
(Mobilitas) penduduk dibedakan menjadi empat mecam sebagai berikut.
Pola perpindahan
harian, yaitu perpindahan penduduk setiap hari dari desa ke kota untuk mencari
makan. Setiap hari melakukan perjalanan pergi pulang/nglaju (pergi pada pagi
hari dan pulang pada sore hari).
Pola perpindahan
musiman, yaitu perpindahan tempat tinggal penduduk yang dilakukan pada
musim-musim tertentu. Contoh : perpindahan penduduk dari kaki pegunungan
Himalaya, bila musim dingin turun ke daerah lembah, sedangkan saat musim panas
mereka akan kembali ke daerah semula.
Pola perpindahan
menetap, yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat laindengan
tujuan menetap sekurang-kurangnya enam bulan lamanya.
Pola perpindahan tidak
menetap, yaitu perpindahan penduduk Dallam jangka waktu pendek, tidak begitu
teratur waktunya, dan hanya berdasarkan kebutuhan, contoh : salesman atau
pedagang keliling yang melakukan promosi produk dari suatu perusahaan.
Dampak Positif dan
Negatif Migrasi serta Usaha Penanggulangannya
Dampak Migrasi
Dampak positif migrasi
terhadap daerah yang ditinggalkan
Berkkurangnya jumlah
penduduk sehingga mengurangi jumlah pengangguran.
Meningkatnya
kesejahteraan keluarga di desa, Karena mendapat kiriman dari yang pergi,
terutama dari yang sudah hidup layak.
“Seimbangnya” lapangan
pekerjaan di desa dengan angkatan kerja yang tersisa, karena banyak orang yang
meninggalkan desa.
Dampak negatif migrasi
terhadap daerah yang ditinggalkan
Berkurangnya tenaga
kerja muda daerah.
Kurang kuatnya
stabilitas keamanan karena hanya tinggal penduduk tua.
Semakin berkurangnya
tenaga penggerak pembangunan di desa.
Terbatasnya jumlah kaum
intelektual di desa karena penduduk desa yang berhasil memperoleh pendidikan
tinggi di kota pada umunya enggan kembali ke desa.
Dampak positif migrasi
terhadap daerah yang dituju
Jumlah tenaga kerja
bertambah.
Integrasi penduduk
desa-kota semakin tampak.
Dampak negatif terhadap
daerah yang dituju
Semakin padat jumlah
penduduknya.
Banyak terdapat
pemukiman kumuh.
Lalu lintas jalan
semakin padat.
Lapangan kerja semakin
berkurang sehingga banyak dijumpai pengangguran tuna wisma, tuna susila, dan
tindak kejahatan.
Terdapat kesenjangan
ekonomi dalam kehidupan di masyarakat.
Usaha-usaha Pemerintah
dalam Menanggulangi Permasalahan Akibat Migrasi
Usaha-usaha untuk
mengatasi permasalahan akibat migrasi desa-kota antara lain sebagai berikut.
Membuka lapangan kerja
baru di desa melalui kegiatan padat kray.
Membangun sarana dan
prasarana baru di bidang transportasi antardesa.
Melaksanakan
pembangunan regional melalui pembangunan kota-kota satelit di sekitar kota
tujuan utama, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor yang merupakn kota
satelit Jakarta.
Melaksanakan program
pembangunan pedesaan dengan mengembangkan potensi desa sehingga penduduk desa
tidak perlu lagi meniggalkan desanya untuk mencari pekerjaan.
Mengadakan “politik kota
tertutup”, yaitu larangan keras bagi penduduk yang tidak ber-KTP dan tidak
mempunyai penghasilan tetap untuk menetap di kota yang dituju.
Menggalakkan kegiatan
industry kecil/industri rumah tangga di desa.
Meningkatkan
produktivitas pertanian dengan cara intensifikasi (sapta usaha tani) dan
diversifikasi pertanian.
Sumber http://kodimsblog.blogspot.com/2010/04/jenis-jenis-migrasi-dan-faktor-faktor.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar