NPM: 14112289
KELAS : 1KA37
Makna Individu
Makna Individu
Individu berasal dari kata latin, ”individuum” artinya, yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecildan terbatas.
Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya
Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kelebihan serta kelemahannya. Fallport merumuskan kepribdian manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut : kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem-sistem psyco-physik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
Untuk menjadi individu yang ”mandiri” harus melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Karakter yang khas itu terbentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan interaksi : etika, estetika, dan moral agama.
Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarama.
Studi Kasus
Pada era industrialisasi, kita dididik untuk menjadi seorang pekerja industri, dengan segala konsekuensi yang ada. Konsekuensi yang paling nyata dan dialami oleh kebanyakan orang pada era industrialisasi adalah bertambahnya masalah sosial masyarakat. Keluarga, sebagai komunitas terkecil, telah menjadi salah satu sumber dari masalah sosial tersebut. Orang tua yang harus bekerja dari pagi hingga malam hari, karena tuntutan hidup, semakin kehilangan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan orang tua akan menimbulkan masalah sosial yang besar bagi masyarakat, sekarang dan dimasa yang akan datang. Disamping itu, pada era industrialisasi, uang dan materi menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, sehingga hal tersebut membuat orang berlomba-lomba untuk mengejar materi demi memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia; kebutuhan aktualisasi diri (pengakuan) dari orang lain (teori Maslow). Kemudian, cara kerja dan gaya hidup orang-orang di era industrialisasi ternyata tidak berhasil memberikan kepastian dan keamanan hidup kepada kebanyakan orang di dunia ini. Hanya segelintir orang saja, yang benar-benar dapat menikmati hidup yang lebih membahagiakan dan bernilai tinggi.
one.indoskripsi.com
Individu berasal dari kata latin, ”individuum” artinya, yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecildan terbatas.
Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya
Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kelebihan serta kelemahannya. Fallport merumuskan kepribdian manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut : kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem-sistem psyco-physik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
Untuk menjadi individu yang ”mandiri” harus melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Karakter yang khas itu terbentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan interaksi : etika, estetika, dan moral agama.
Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarama.
Studi Kasus
Pada era industrialisasi, kita dididik untuk menjadi seorang pekerja industri, dengan segala konsekuensi yang ada. Konsekuensi yang paling nyata dan dialami oleh kebanyakan orang pada era industrialisasi adalah bertambahnya masalah sosial masyarakat. Keluarga, sebagai komunitas terkecil, telah menjadi salah satu sumber dari masalah sosial tersebut. Orang tua yang harus bekerja dari pagi hingga malam hari, karena tuntutan hidup, semakin kehilangan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan orang tua akan menimbulkan masalah sosial yang besar bagi masyarakat, sekarang dan dimasa yang akan datang. Disamping itu, pada era industrialisasi, uang dan materi menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, sehingga hal tersebut membuat orang berlomba-lomba untuk mengejar materi demi memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia; kebutuhan aktualisasi diri (pengakuan) dari orang lain (teori Maslow). Kemudian, cara kerja dan gaya hidup orang-orang di era industrialisasi ternyata tidak berhasil memberikan kepastian dan keamanan hidup kepada kebanyakan orang di dunia ini. Hanya segelintir orang saja, yang benar-benar dapat menikmati hidup yang lebih membahagiakan dan bernilai tinggi.
one.indoskripsi.com
Makna Masyarakat
Ada
dua pendapat tentang pengertian Masyarakat yaitu;
1.menurut
Drs. JBAF Mayor Polak menyebutkan masyarakat adalah wadah segenap antar
hubungan sosial yang terdiri atas banyak sekali kolektiva serta kelompok , dan
tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok yang lebih baik atau
Subkelompok.
2.
Prof. M.M Djojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada
segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia
Jadi
secara garis besar masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan,norma-norma,adat istiadat yang sama-samaditaati dalam
lingkungannya.
Tatanan
kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah menjadi dasar kehidupan sosial
dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu terdiri antara
orang tua dan anak, antara ibu dan ayah,antara kakek dan cucu, antara kaum
laki-laki dan kaum wanita larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu
dalam suatu kelompok manusia, yang disebut masyarakat.
Menilik
kenyataan dilapangan. Suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa
, dan bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.
Dalam
pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat dapat digolongkan menjadi 2
yaitu;
A.
Masyarakat Sederhana
dalam
lingkungan masyarakat sederhana pola pembagian kerja cenderung dibedakan
menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bntuk lain tidak terungkap begitu
jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat atau
belum sewdemikian rupa seperti pada masyarakat maju.
Masyarakat
ini disebut juga Masyarakat primitif.
Dalam
pembagian kerja yang berdasarkan jenis kelamin bertolak belakang adanya
kelmahan dan kemampuanfisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi
tantangan alam yang begitu buas.
B.
Masyarakat Maju
masyarakat
maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih akrab dengan sebutan
kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan ber kembang berdasarkan
kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan tercapai.
Organisasi
masyarakat itu dapat tumbuh dan berkembang alam lingkungan terbatas sampai pada
cakupan Nasional, Regional maupun Internasional.
Dalam
lingkungan masyarakat maju , dapat dikelompokan dan dibedakan menjadi kelompok
masyarakat non industri dan masyarakat industri
1,
Masyarakat Non Industri
secara
garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri
dapat digolongkan menjadi dua;
a.
kelompok Primer
dalam
kelompok primerjalinan anggota lebih intensif, lebih erat , lebih akrab,.
Kelompok primer juga disebut “face to face group”
b.
Kelompok sekunder
dalam
kelompok ini jalinan anggotanya kurang bersifat kekeluargaan,terpaut hubungan
tak langsung atau bersifat formal. Oleh karena itusifat interaksi pembagian
kerja antar anggotannya diatur atas pertimbangan-pertimbangan rasional,
obyektif.
2.
Masyarakat Industri
dalam
masyarakat ini pembagian kerjanya variasi sebagai dasar untuk
mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangan. Akan tetapi ia
lebih cenderung menggunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan
yang komplek.
Jika
pembaguian kerja bertambah komplek,suatu tanda bahwakapasitas masyarakat
semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan
antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengukhususan.
Dengan
latar belakang seperti itu , jelas bahwa antara sang suami sdengan sang dan
antara sesama istri terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang dapat diterima
satu sama lain.
Makna
masyarakat seperti halnyadengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita
dapati pula definisi definisi tentang masyarakat yang tidak sedikit. Definisi
adalah sekedar alat singkat untuk membatasi batasan batasanmengenai persoalan
atau pengertian ditinjau dari analisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar